English

Trying to lure the salmon, you’ll attract the sharks first! While waiting for the phantom Taiwanese businessmen to return, the local workers lose 11,000 jobs! (Fishing for Taishang who’ll never come back, meanwhile the workers are under attack!)

Prime Minister Sean Chen claims that increasing the quota for foreign workers will attract Taiwanese businesses invested in China (and Southeast Asia) to come back to Taiwan. But he doesn’t have any way to guarantee that a single one will invest. Before she resigned on September 24, former CLA Director Jennifer Wang had already agreed to open up 11,000 new quotas for migrant workers for capitalists in Taiwan who haven’t made any new investments. This is indirectly taking 11,000 job opportunities away from local workers.

The minimum wage is the minimum needed to sustain life – and it’s the last line of defense for Taiwanese workers!

Prime Minister Sean Chen claims that if foreign workers’ wages are delinked from the minimum wage, Taiwanese entrepreneurs will raise the wages of local workers. This is a giant lie! In 2001, when Chen Chu was the CLA Director, she allowed employers to deduct 4000 NT from foreign workers’ wages for food and lodging, which made up for the cost of their employment security fees, if not more — but not a single local worker got a raise because of this! If there’s cheaper labor power available on the market, wages will never go up – this is a basic principal of economics. If the foreign workers’ wages are delinked from the minimum wage, then the local workers wages will inevitably go down. Sean Chen is making false promises to keep the country under control.

Indonesian

Mencoba memikat tuna, tetapi buaya yang datang lebih dulu! Idiom ini di gunakan untuk menggambarkan kondisi saat ini, sambil menunggu para pengusaha Taiwan yang tidak akan kembali , 11.000 pekerja lokal kehilangan pekerjaan! (Memancing para pebisnis Taiwan yang tidak akan kembali, sementara itu para pekerja berada dalam serangan! )

Perdana Menteri Sean Chen menyatakan bahwa dengan meningkatkan kuota pekerja asing akan menarik para pebisnis Taiwan yang berinvestasi di China (dan Asia Tenggara) agar kembali ke Taiwan. Tetapi ia tidak memiliki cara untuk menjamin bahwa satupun akan berinvestasi. Sebelum pengunduran diri nya tanggal 24 September lalu, mantan Direktur CLA Jennifer Wang telah menyetujui pembukaan 11.000 kuota baru bagi pekerja asing demi para kapitalis di Taiwan yang belum membuat investasi baru. Secara tidak langsung ini berarti mengambil 11.000 kesempatan kerja dari pekerja lokal.

Upah minimum adalah kebutuhan dasar untuk mempertahankan hidup dan ini adalah garis pertahanan terakhir bagi para pekerja Taiwan!

Perdana Menteri Sean Chen menyatakan bahwa jika upah pekerja asing di keluarkan dari upah minimum, maka para pengusaha Taiwan akan menaikkan upah pekerja lokal. Ini adalah kebohongan besar! Pada tahun 2011, saat Chen Chu masih menjabat sebagai direktur CLA, ia mengijinkan para majikan untuk memotong NTD 4000 dari gaji pekerja asing untuk membayar uang makan dan tempat tinggal, yang di buat untuk menggantikan biaya keamanan kerja mereka, atau bahkan lebih, tetapi tidak satupun pekerja lokal yang mendapatkan kenaikan gaji karena ini! Jika ada tenaga kerja yang lebih murah tersedia di pasaran, gaji tidak akan naik, ini adalah prinsip dasar ekonomi. Jika upah pekerja asing di keluarkan dari upah minimum, maka upah pekerja lokal juga pasti akan turun. Sean Chen membuat janji janji palsu untuk menjaga agar negara ini tetap di bawah kendali.

the press statement of 1028 rally (English and Indonesian version)

Facebook 留言

則留言